Thursday, February 10, 2011

Masa Lalu Yang Tertunda

hanya demi benda yang berkilau kita berkorban dengan sungguh-sungguh
mencoba menggetarkan angan yang tergantung setinggi langit
melakukan rutinitas yang monoton setiap hari layaknya seorang buruh
keringat bercampur darah ini sudah tak lagi merasa sakit

untuk lawan jenis pasti kita berikan mahkota kehormatan
kita sediakan podium ini demi hubungan yang diharapkan takkan terputus
sosok ini akan selalu muncul walaupun dalam keadaan rentan
mencoba membuat jalur yang berkelok ini menjadi lurus

ketika kepala ini menunduk awan-awan di langit tetap berada di atas kita
seolah menertawakan keadaan yang hampir tak bisa diubah
ketika kucoba mengangkat kepala meghilangkan resah itu hanya sugesti semata
matahari tak akan mencoba mengalah melihat keadaan kita

kau tak akan pernah menyangka betapa nikmatnya menangis di tengah hujan
air mata tersamarkan memperlihatkan kita berpura-pura tegar
dan jutaan keping air itulah yang menyambut dan menjadi teman
mendinginkan kepala sekaligus sekali lagi belajar bersabar

sepertinya pekerjaan yang tepat saat ini adalah menunggu
jiwa dan raga ini telah lelah bersahabat denga kata ragu
curiga ini mendampingi walau hanya melihat bayangan masa lalu
teringat ambisi dan rasa optimis terlupakan yang diikrarkan dulu

Tentang Manusia

kita adalah manusia, makhluk yang tak pernah merasakan rasa puas

merengkuh segalanya, dan tak peduli saudaranya sendiri tertindas

pada saat di mana kita telah kehilangan semua yang dimiliki

itulah waktu dimana penyesalan merebut tempat disertai rasa dengki


menjaga sesuatu yang kita miliki adalah cara bersyukur atas karunia

salah bila berpaling pada yang lain dan meninggalkan dengan sia-sia

orang lain tidak sebodoh dan selambat yang kalian kira, kawan

mereka yang tidak kita ketahui asal-usulnya bisa saja tiba-tiba menjadi lawan


saat itu kita hanya dapat memilih antara drama dan kehidupan nyata

hal-hal sepele pun bila dipermasalahkan akan membuat kita buta

apapun yang kita rasakan janganlah berlebihan, secukupnya saja

kuncinya adalah rendah hati, yang membuat pangkatmu itu lebih tinggi dari raja


malas adalah penyakit, peliharalah dan penyakit hati akan muncul sedikit demi sedikit

lengah adalah jebakan, teruslah lakukan dan dirimulah yang akan menjadi korban


emosi itu merupakan benda abstrak yang sangat sulit dikendalikan

kontrol jiwa dibutuhkan di sini, cukup untuk apa yang ingin kita rasakan

harapan merupakan sesuatu yang kecil yang harus kita arahkan

agar menjadi besar dan menjadi sesuatu yang akan kita tunjukkan

Topeng Dan Kostum

kostum yang kupakai setiap hari berwarna gelap

setiap bingkainya pasti berharga diiringi jejak kecil yang diikuti awan

namun janji itu baru bisa kutepati sekarang

meniupkan suara dan menampakkan bayangannya


tersamarkan senyum rindu yang tampak dari belakang

beberapa goresan tinta yang menggambarkan luka

ruang tamu yang menggambarkan kenangan

kolaborasi antara kisah cinta yang rumit dan peka


bukanlah suatu hal yang bisa dianggap ringan

keluarga baru yang kumiliki harus kubanggakan

waktu yang mereka berikan harus kujadikan kesempatan

prinsip baru harus kubangun mulai sekarang


dorongan yang mereka berikan harus kumanfaatkan

lagu yang kunyanyikan di lain hari hanya sebagian

keringat ini tak sebanding dengan jasa mereka

hidup dibalik topeng ini adalah kehormatan


tampak bahagia dari luar, tangisan di dalam,

sesungguhnya bukan itu yang aku suka

Monday, November 1, 2010

Dua Puluh Sepuluh

24 cm, Chasya Laviana

19 Oktober 2010

hari itu rencana gw adalah tau rumah dia untuk rencana esok harinya, gw tanya alamatnya dan dia ngasitau bertele tele gw juga gatau maksudnya apa. jam 7 malem gw jalan ke rumahnya dan... *skip* akhirnya sampe rumahnya sambil nanya nanya orang. sempet ngeri karena bokapnya yang keluar tapi untungnya beliau orangnya baik haha. padahal niatnya ngobrol di luar doang tapi disuruh masuk sama dia yaudah kita ngobrol di ruang tamu, sama neneknya juga haha. nggak lama, cuma setengah jam dan gw pulang jam 8.15. yang seneng adalah pas pulang gw ditanyain udah sampe rumah atau belum ehehehehe.

20 Oktober 2010

Archie : sya kamu nanti malem pergi nggak?
Chasya : nggak kak, knp emgnya?
Archie : ol msn ya hehe
Chasya : nanti malem? okwedeh

sebuah spik yang sangat bagus dari gw, padahal gw dan Aryo Fardan Onge Furqon Dimas Haris udah ngerencanain ke rumah dia untuk mengadakan "baku tembak". pengecut banget gw ye bawa temen haha. tapi... bagus ya tanggalnya?

19.30, gw udah sampe deket rumah di sebuah lapangan dan merencanakan segalanya.

Tim Sukses

19.50 kami jalan ke rumahnya dan sms:

Archie : sya aku di depan rumah kamu
Chasya : demi?

dia pun keluar, untung bokap nyokapnya nggak ikut keluar. dia gw suruh keluar tapi malu malu gimana gitu kayaknya sih gara gara gw bawa orang rame. yaudah gw "ngomong" dari balik gerbang rumah dia yang tingginya sepinggang. cara nembak gw adalah pake kertas berisi kalimat kalimat yang udah gw ketik dan laminating sebelumnya terus gw oper ke kiri yang diambil sama anak anak supaya jadi kalimat utuh yang bisa dia baca:

"halo chasya :)"
"aku ganggu nggak? aku harap nggak"
"aku tau kita baru ketemu sekali"
"aku juga tau kita belum kenal deket"
"tapi sya..."
"boleh nggak aku kenal lebih deket sama kamu?"
"boleh nggak aku jadi pacar kamu?"

saat itu gw kasih kertas yang tulisannya "ChssyL said..." (itu nickname dia kalo di msn) yang di belakangnya udah gw tempelin label dan gw kasih spidol ke dia biar dia tulis jawabannya. singkat kata dia nulis "iya" dan gw sumringah nggak jelas dia tetep malu malu dan nggak lupa gw kasih kalimat terakhir: "thx for being my 20102010 :)"

anak anak pada ngasih selamat ke gw yang udah keringet dingin dan gw kenalin dia ke mereka. chasya nawarin masuk dulu tapi ya nggak enak lah gw rame gitu yaudah gw bilang,"yaudah aku pulang ya sya, aku cuma mau ngasitau itu kok." pas dia masuk gw bilang lagi,"makasih ya sya."

di parkiran, gw minta 2 kertas kalimat jaga jaga kalo ditolak dibakar dan anak anak semangat banget ngebakarnya. isinya:

"thx ya sya udah mau 'dengerin' "
"maaf kalo mengganggu harimu"

kenapa gw milih cara nembak yang kayak gitu? karena gw deket sama dia itu sebulan, lewat chatting msn. jadi mungkin cara itu yang paling kepikiran buat nembak.

so what do you think, not another teenage story, huh?

20 Oktober 2010, 20.10 WIB. Chasya Laviana

Thursday, October 7, 2010

Keluarga Baru, About Warpel/Maventa

familiar of those names in my twitter timeline? hell yeah, I'll tell you a story.

Kamis, 18 Februari 2010

tanggal bersejarah. kenapa? di hari itu pertama kalinya gw cabut sekolah. gw gatau kenapa tiba tiba di hari itu nggak ada semangat belajar sama sekali, gw telpon deh Farizan Bratawijaya gw minta dia ikut cabut dan wey tentu saja dia terima. sama 5 orang lainnya gw cabut ke Bintaro dan blablabla. jam 12, udah pada balik dan gw gatau mau kemana dan tiba tiba ada ide,

Archie : "zan gimana kalo ke Warpel aja tuh tongkrongan lo? drpd bete."
Farizan : "yakin chie? yaudah dah ayo."

akhirnya tiba di warpel jam 1an, kongko kongko dikit trus gw kenalan pertama kali sama Muhammad Ihsan Lubis anak 87 yang akhirnya gw tau kalo dia tuh autis, trus dateng Andaru Karunia Ciptananda anak HI yang - setau gw - paling ancur di Warpel haha. terus bermunculan anak anak Warpel dan gw ceming bray, walaupun untungnya gampang adaptasi.

skip aja semua dan mari kita lihat satu persatu dari mereka!









































































mungkin belum semua, tapi inilah wajah keluarga baru yang menampung gw sekarang. masalah ikhlas atau nggak, mungkin gw nggak tau isi hati mereka, tapi gw ngerasa nyaman di deket mereka dan bener bener nggak tau harus ngelakuin apa buat ngebales ini semua.

dari yang namanya cabut, futsal, ketawa, galau, curhat, putus, pacaran, motor, ngablu, jalan jalan, SOTR, sampe ditilang gw alamin disini. apa yang gw dapet disini? SOLIDARITAS. disini satu sama lain saling ngebantu itu yang bener bener gw salut, senyebelin apapun salah satu individu dari mereka.

this is Maventa, this is Warpel Solidarity, this is... LIFE.

akhir kata, gw harap mereka bakal selalu ada dan bantuin gw nyelesain semua di kehidupan gw, maaf ya gw bakal ngerepotin lo semua, nggak tau sampe kapan :>. Dan hey, apa jadinya gw kalo nggak nongkrong di Warpel?

Wednesday, October 6, 2010

I....

I pray, just to know that I won't be the prey
I always late, but please give me that faith
I fall, but I fell in a wrong hole
I cry, but I still try

I hid, but I can still be hit
I look up above, but easily get drown by a word: love
I wrote hundreds of letters, but still don't get better
I sing a song, but you kept me on waiting so long

I run away, and then I fall and stay
I draw lot of pictures, but your face that I captured
I am in misery and pain, but still waiting for you coming back again
I closed the door. because hey, for who am I waiting for?

I am stunned
I am called
I am trapped
Oxygen is not enough to make me step.

You do feel the same, don't you?

Saturday, October 2, 2010

Fanatisme Sempit

fanatisme tanpa dilandasi perasaan akan menimbulkan bencana
lihatlah mereka yang bangga dengan golongannya sendiri
tidak memikirkan perasaan yang lain sebagai sesama penghuni dunia fana
sehingga mereka tak sempat lagi melihat dimana mereka berdiri

panca indera yang biasa digunakan telah terkunci rapat
jangan mengucap kebenaran sebelum tahu kebenaran itu sendiri
pemahaman tentang kegelapan yang disertai emosi yang tidak perlu kita tiru
sedangkan dendam itu tercipta hanya untuk pelampiasan diri

sebab akibat dibutuhkan untuk mencari keadilan
kusadari musuh kita yang sebenarnya adalah diri kita sendiri
hawa nafsu lebih tak berperasaan dari tentara satu pasukan
membuat kita entah kemana harus lari

jangan lakukan atau semua yang kau bangun dari awal akan menjadi sia sia
bila terjadi, terimalah penderitaan yang tiada putusnya disambut penyesalan dunia
buah pikirmu itu tak pantas jadi referensi
hanya akan menjadi awal dari fanatisme sempit yang sedang kujalani

terinspirasi dari ceramah guru gw waktu bulan puasa. tentang obsesi seseorang terhadap kelompoknya, golongannya yang terlalu berlebihan sampai-sampai melupakan tujuan untuk apa kita hidup di dunia ini: beribadah <- block this to know what it is